Siapa bilang cerai harus rebutan anak? Sekarang ada tren ‘Perwalian Bersama’ supaya anak nggak kehilangan kasih sayang utuh. Meskipun orang tua berpisah, hukum mulai mendorong konsep di mana ayah dan ibu tetap punya hak dan kewajiban yang setara dalam membesarkan anak. Jadi, nggak ada lagi istilah salah satu pihak “menang” atau “kalah”, karena fokus utamanya adalah memastikan mental dan masa depan anak tetap terjaga meski orang tuanya tidak lagi satu atap.
Konsep ini menekankan bahwa urusan sekolah, kesehatan, hingga hobi anak harus diputuskan bareng-bareng oleh mantan suami dan istri. Hakim akan melihat apakah kedua orang tua bisa bekerja sama dengan baik tanpa ada drama yang mengorbankan perasaan anak. Jika keduanya kompak, pengadilan bisa menetapkan perwalian bersama agar anak tetap merasa memiliki keluarga yang lengkap, walaupun orang tuanya sudah punya kehidupan masing-masing.
Ingat, kepentingan terbaik anak adalah hukum tertinggi di dalam ruang sidang. Perwalian bersama bukan berarti anak harus pindah-pindah rumah setiap hari, tapi lebih kepada pembagian tanggung jawab yang adil dan komunikasi yang lancar antara kedua orang tua. Dengan cara ini, risiko anak mengalami trauma akibat perceraian bisa ditekan sekecil mungkin karena ia tetap mendapatkan dukungan penuh dari kedua pilar hidupnya.
